Berita

KREATIPO, Perkenalkan IPO kepada Pelaku Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Informasi Terbaru

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pasar modal yang tumbuh sehat turut membantu pertumbuhan ekonomi negara dan dapat meningkatkan kerjasama masyarakat.

Hal ini diungkapkan Pakar Ekonomi, Ki DR Saur Panjaitan XIII didampingi Megawati Panjaitan selaku Sub Kordinator Pasar Modal saat acara KREATIPO, persiapan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema Initial Public Offering (IPO) bertempat di Santika Premiere Dyandra Hotel Medan, Senin (19/10/2020).

Dalam kesempatan ini, Saur menjelaskan tentang peran pasar modal bagi pengembangan perusahaan. Diakuinya, tak ada perusahaan yang ingin bangkrut, tentu perusahaan ingin mendapat keuntungan, survive (bertahan), berkembang dan maju.

"Kita perlu kreatif untuk berkembang. Hari ini kreatif adalah KREATIPO," ujarnya.

Dikatakannya, faktor-faktor pengembangan perusahaan yakni manajemen, teknologi, skill dan modal. Sumber modal mengembangkan perusahaan dari sumber internal dan eksternal.

Dalam pelaksanaannya, jumlah UMKM sangat besar, data BPS (2020) sudah mencapai 64,2 juta. Peran UMKM untuk perekonomian Indonesia cukup besar, UMKM memiliki kontribusi sebesar 60,3 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Peran UMKM untuk tenaga kerja cukup besar dan umumnya UMKM sangat membutuhkan modal.

Permasalahan pembiayaan, umumnya lebih besar mengandalkan perbankan dibandingkan sumber pembiayaan lainnya. Permasalahan penjaminan, hanya memiliki intangible asset serta cashflow yang tidak pasti sehingga kesulitan memperoleh dana perbankan dan pasar modal belum dimanfaatkan.

"Dari puluhan juta UMKM, data IDX untuk IPO tahun 2019 baru hanya 11 saja yang melakukan IPO di pasar modal," ucap Saur.

Ia menjelaskan manfaat pasar modal bagi pemerintah yakni sebagai sumber pendapatan negara, membantu negara dalam menjalankan roda perekonomian.

Negara juga bisa memantau transaksi modal, memantau perusahan yang berlaku sebagai emiten, menarik investor asing agar ikut menanamkan modalnya di dalam negeri dan memantau kinerjanya serta tempat bagi negara untuk menjual surat berharga kepada investor.

Manfaat pasar modal bagi investor, yaitu tempat menanamkan modal untuk mendapatkan keuntungan, pengelolaan profesional dan transparan bisa meminimalisir risiko investasi, dapat mengambil alih kepemilikan suatu perusahaan dan memiliki hak suara pada Rapat Umum Pemegang Saham.

Diakuinya, bagi emiten, pasar modal dapat dijadikan sebagai sarana dan mencari dana segar, mengurangi ketergantungan kepada bank, mempermudah perusahaan untuk ekspansi usaha dan meningkatkan produktivitas.

"Bagaimana bisa masuk ke pasar modal? Keyakinan, yakin diterima pasar, yakin berkembang, yakin sukses," ujarnya.

Yang diperlukan untuk IPO, lanjutnya, harus siap transparan, siap dokumen, siap patuh. Dokumen pendukung tentang informasi umum perusahaan, informasi keuangan, informasi legalitas dan informasi tentang IPO, serta menyiapkan prospektus yang lengkap.

"Prospektus, penawaran umum perdana saham, rencana penggunaan dana yang diperoleh dari penawaran umum perdana saham, analisis dan pembahasan manajemen. Kejadian penting setelah tanggal laporan auditor independen, dan keterangan tentang perseroan serta kecenderungan dan prospek usaha," jelasnya.

Kata Saur, tidak hanya perusahaan besar saja yang bisa ikut IPO. Beberapa perusahaan publik yang tercatat di papan akselerasi (data tahun 2020) yakni PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk, PT Boston Furniture Industries Tbk, PT Prima Globalindo Logistik Tbk, dan PT Tourindo Guido Indonesia Tbk.

"Contoh, perusahaan kecil yang ikut IPO tahun 2020 itu PT Tourindo Guide Indonesia Tbk, SDM kecil karyawannya hanya tujuh orang," ungkapnya.

Sementara itu Direktur Akses Pembiayaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf), Hanifah Makarim mengatakan acara KREATIPO adalah acara Direktorat Akses Pembiayaan bekerjasama dengan BEI. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan atau mensosialisasikan kepada para pelaku usaha, salah satu alternatif pembiayaan yaitu masuk di papan bursa.

"Acara ini merupakan acara offline yang ketiga, sebelum kita telah melakukan di Bandung dan di Jogya sekarang di Medan. Sebelumnya kita juga sudah ada webinar-webinar online. Untuk di Medan peserta kita buka untuk umum, siapa pun selama dia pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif boleh ikut event ini, peserta ada yang offline datang ke sini dan juga melalui zoom," ujar Hanifah.

Turut mendukung dan menjadi narasumber dalam kegiatan ini, Deputi Bidang Industri dan Investasi
Kemenparekraf atau Baparekraf, Fadjar Hutomo, Anggota Komisi DPR RI, Sofyan Tan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara, Ria Nofida Telaumbanua, Direktur PT Panin Sekuritas Tbk Prama Nugraha, Presiden Direktur PT. Mark Dynamics Indonesia Tbk Ridwan Goh dan Kepala IDX Incubator, Cita Melisa.

"Narasumber yang kita undang itu ada IDX yang menjelaskan IDX incubator dari bursa, tata cara masuk ke bursa. Success story perusahaan yang sudah IPO manfaatnya apa dan apa-apa saja yang dilakukan," kata Hanifah.

Ia berharap semakin banyak pelaku usaha yang tahu tentang IPO dan memberi alternatif bahwa pembiayaan itu bisa juga melalui IPO. "Proses IPO itu tidak cepat ya jadi untuk tahun ini kita memperkenalkan saja dulu dan setelahnya itu ada usaha yang tertarik bisa diprospek nanti oleh IDX," ucapnya.


Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul KREATIPO, Perkenalkan IPO kepada Pelaku Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, https://medan.tribunnews.com/2020/10/19/kreatipo-perkenalkan-ipo-kepada-pelaku-usaha-pariwisata-dan-ekonomi-kreatif?page=3.
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Juang Naibaho

Share this Post:

Postingan Terkait